Zakat Fitrah

zakat

 

Ayo siapa yang belum zakat fitrah ??? ayo sebelum Idul Fitri,,,,  tapi Apa seh itu Zakat Fitrah ???,,, ayo kita bahas bersama-sama,,,,

Zakat Fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Kata Fitrah yang ada merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini manusia dengan izin Allah akan kembali fitrah. Istilah  zakat adalah infak dan sedekah. Infak adalah hakikatnya adalah penyerahan harta untuk kebajikan. Sedekah adalah sesuatu yang diberikan dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah. Sedekah berasal dari kata sidqun yang berarti benar dalam hubungannya dengan antara perkatan, keyakinan dan perbuatan. Zakat juga disebut sodaqoh karena salah satu tujuan zakat adalah mendekatkan diri pada Allah sebagai implementasi.

Dengan demikian zakat merupakan sedekah wajib yang diwajibkan bagi orang muslim yang mempunyai harta satu nisab. Selain zakat masih ada sedekah dan infak. Adapun sedekah disunnahkan bagi siapa saja yang mempunyai harta sekalipun tidak sampai satu nisab, dan sedekah dikeluarkan harus sesuai kemampuan. Zakat Fitrah

Zakat, infak, maupun sedekah ini dianjurkan baik bagi laki-laki maupun perempuan, karena perempuan juga mempunyai kesempatan yang sama dalam beribadah dan meraih pahala dari Allah swt

Kewajiban Zakat

Kewajiban zakat selalu disebut dalam Al-Qur’an setelah perintah shalat, ini berarti zakat merupakan kewajiban bagi seorang muslim. Substansi zakat merupakan kewajiban semua agama samawi. Namun dalam Islam zakat dilaksanakan pada penghujung tahun ke II dari hijrah.

Di samping itu zakat memiliki dampak sosial ekonomi yang baik, sampai-sampai khalifah Abu Bakar berani mengambil resiko akan memerangi orang yang tidak membayar zakat. Ini menunjukkan betapa pentingnya zakat dalam kehidupan sosial, dan zakat merupakan salah satu kewajiban bagi seorang muslim. Zakat Fitrah

Ibnu Hazan berpendapat bahwa tindakan khalifah terus membenarkan orang yang menyembunyikan kekayaannya sementara masih banyak orang yang hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan. Namun dalam hal ini perlu dijelaskan bahwa bukan berarti cara tersebut membenarkan pengambil alihan semua kekayaan dan tanah secara paksa oleh pemerintah sebagaimana di negara komunis.

Prinsip Zakat

1. Keimanan

Zakat sebagai  sarana ibadah kepada Allah swt yang berfungsi mendekatkan diri kepadaNya makin taat manusia menjalankan perintahNya maka makin dekat dengan Allah swt karena itu zakat sebagai salah satu rukun Islam lainnya. Muzakki berkeyakinan bahwa pembayaran zakat merupakan salah satu manifestasi keyakinan agamanya, sehingga jika belum membayar maka belum sempurna ibadahnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah bahwa orang yang membayar zakat termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. Zakat Fitrah

2. Pemerataan dan Keadilan

Sedekah dianjurkan bagi orang yang sudah berkecukupan dan diberikan pada yang berhak membutuhkan, agar mereka mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka adalah saudara sesama muslim yang juga mempunyai hak menerima sedekah. Prinsip ini mengajarkan membagi lebih adil atas harta yang telah diberikan pada Allah swt pada umat manusia. Zakat tidak akan diminta secara semena-mena tanpa memperhatikan akibat yang ditimbulkannya. Zakat itu tidak akan dipungut jika menyebabkan orang yang mengeluarkan tersebut akan menderita dan kekurangan.

3. Produktivitas Satu Tahun

Prinsip ini menekankan bahwa zakat memang harus dibayar karena telah menghasilkan selama satu tahun yang merupakan ukuran normal memperoleh hasil tertentu. semakin tinggi produktivitas memanfaatkan waktu makin tinggi nilai yang diperoleh ini bertentangan dengan ekonomi konvensional bahwa uang sebagai alat spekulasi semakin tinggi uang makin tinggi nilai yang diperoleh.

Yang berkewajiban membayar

Pada prinsipnya seperti definisi di atas, setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. Berikut adalah syarat yang menyebabkan individu wajib membayar zakat fitrah:

  • Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya.
  • Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadan dan hidup selepas terbenam matahari.
  • Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya.
  • Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan.

Besar Zakat

Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadits adalah sebesar satu sha’ (1 sha’=4 mud, 1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi’i dan Maliki)[1]

Waktu Pengeluaran

Zakat Fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadan, paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Ied. Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa

 Penerima Zakat

Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan/asnaf (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah/nilai zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikelurakannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya dan saling berbagi sesama umat islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s